Penjabat Tinggi Korut Memberikan Amplop Raksasa dari Kim Jong Un kepada Donald Trump
![]() |
| www.TexasPokerQQ.net |
Pemberian Amplop Raksasa Kepada Trump
Amerika Serikat – Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) sudah bertemu dengan pejabat tinggi Korea Utara (Korut) di Gedung Putih di Washington Dc Hari Jumat (1/06/2018). Jenderal Kim Yong Chol, orang kepercayaan Kim Jong Un, bertemu dengan Presiden Amerika Donald Trump sekitar satu jam di Ruang Oval.Didalam pertemuan mereka, perwira 72 yang pernah menjabat sebagai kepala dinas Korea Utara itu memberikan amplop raksasa kepalda Trump. Amplop tersebut diyakini berisi surat penting dari Kim Jong Un Sendiri kepada Donald Trump. “Oh, apakah Anda ingin melihat isi dari amplop tersebut?” tanya dia kepada jurnalis.
Ketika awak media menanyakan, presiden 71 tahun tersebut berujar surat itu sangat bagus.” Namun, saya belum sempat membacanya,” Kata Trump. Dalam pertemuan itu, Trump mengumumkan bahwa pertemuannya dengan Kim bakal tetap dilaksanakan pada 12 Juni yang akan datang di Singapura.
Kesepakatan dengan Korut, dalam pandangan Trump, masih terus berproses. Namun, dia yakin perjanjian yang dihasilkan bakal positif. Dia mengatakan kesepakatan soal denuklirisasi Korut dan pengumuman akhir dari Perang Korea 1950-1953 bakal ada dalam agenda pertemuan Trump-Kim.
“Anda bisa melihat, hubungan yang antar-kedua negara sedang dibangun, dan saya melihat sangat positif,” kata Trump. Sebelumnya, Trump pada saat pekan lalu sudah sempat mengumumkan pembatalan pertemuan dengan Kim. Dalam suratnya, dia menyebut sikap tak bersahabat Korut sebagai alasan utama.
Pengumuman itu langsung direspon Pyongyang melalui media mereka, KCNA, yang masih menginginkan adanya dialog antara Korut dan AS. Trump lalu berubah pikiran, dan mengatakan pertemuannya dengan kim masih ada peluang untuk tetap dilaksanakan pada 12 Juni.
Dialog persiapan terjadi di tiga tempat yakni New York, di mana Kim Yong Chol bertemu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Kemudian di kawasan demiliterisasi Pnmunjom, Korea Selatan (Korsel), serta Singapura untuk membahas lokasi pertemuan dan logistik.



Komentar
Posting Komentar