Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memuji Habib Rizieq, sangat jago Pancasila



Jakarta - Mantan Panglima TNI Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan bangkitnya konservatisme agama di Indonesia. Perkataan tersebut dikeluarkan Gatot saat ditanya pendapat tentang pendiri ormas Front Pembela Islam(FPI), Rizieq Shihab.

"Cari dan temuin saja Dia si Habib Rizieq, bicara tentang Pancasila. Kalau perlu hadapkan dengan Tim Pancasila(Badan Pembinaan Idologi Pancasila). Dia jago sekali," kata Gatot dikutip dari laman tempo pada Selasa 27 Maret 2018.

Gatot Nurmantyo yang saat masih menjabat sebagai Panglima memang dikenal dekat dengan para Ulama, menurutnya banyak orang salah kaprah tentang kedekatannya dengan para Ulama. Gatot menjelaskan hal itu dilakukan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya konflik horisontal karena perbedaan suku,ras,agama dan budaya.

Gatot Nurmantyo juga sangsi terhadap Habib Rizieq memang mengharapkan dasar negara berdasarkan syariat Islam." Aapakah pernah dia bicara negara berdasarkan syariat Islam?Enggak," ujarnya yang dikutip dari laman tempo. Ia menegaskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila Sudah final lantaran sudah melembaga di benak para ulama dan murit-murit perumus Pancasila.

Gatot Nurmantyo juga berbicara tentang kedekatannya dengan Habib Rezieq bermula saat dia membantu pemulihan pascagempa dan tsunami di Aceh pada 2014 silam. Saat itu Gatot menjadi staf untuk Alwi Shihab yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

"Habib dan kelompoknya (FPI) ikut dalam kelompok pencari jenazah. Habib Rizieq tidak meminta apapun, cuma kantong mayat, itu yang saya lihat" Katanya.

Sementara itu saat diwawancarai Kapitra mengatakan kedekatan yang di katakan Gatot itu biasa saha, tidak ada yang spesial. Tidak ada kerja sama apa-apa antara kami. Itu kan sudah belasan tahun yang lalu" Katanya.

Kapitra membenarkan hal itu bahwa pertemuan Gatot dan Rizieq di Aceh 14 tahun silam hanyalah pertemuan biasa dan tidak berlanjut." Pak Gatot juga setelah itu tidak ada pertemuan lagi" terangnya.

Gatot Nurmantyo mulai dibicarakan masyarakat bermula dari aksi damai 212, saat itu Gatot mengawal Presiden Jokowi dengan memakai peci putih, warna yang sama dengan pesert aksi damai 212"ujarnya.


Komentar

Postingan Populer